Kenali Gejala Penyakit Cacingan Pada Anak Sejak Dini

Kamis, April 13th, 2017 - ARTIKEL SEHAT, gejala penyakit
gejala penyakit cacingan pada anak

gejala penyakit cacingan pada anak

Gejala Penyakit Cacingan Pada Anak Sejak Dini – Penyakit cacingan hampir dialami oleh 90% masyarakat di indonesia terutama anak – anak. Meskipun demikian, penyakit cacingan sering dianggap sebagai angin lalu oleh masyarakat dan juga pemerintah. Padahal penyakit ini dapat menurunkan tingkat kesehatan anak. Antara lain, menyebabkan anemia, lemas tak bergairah, IQ menurun, ngantuk, malas beraktivitas dan berat badan rendah. Gejala penyakit cacingan pada anak pun sulit dideteksi, jika jumlah cacing yang bersarang masih sedikit.

 

Cacing bisa bermigrasi ke organ lain yang dapat mengakibatkan infeksi di usus dan dapat berakhir pada kematian. Infeksi pada usus akibat cacingan, juga mengakibatkan menurunnya status gizi penderita karena daya tahan tubuh menurun hingga memudahkan terjadi infeksi penyakit lain. Dampak yang lain dapat dilihat dari terhambatnya proses pertumbuhan dan perkembangan anak, komplikasi pada kehamilan, Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), kerusakan pada tubuh secara signifikan, bahkan juga dapat terjadi “erratic“, yaitui, cacing keluar lewat hidung atau mulut.

Penyebab Penyakit Cacingan

  • Kebersihan lingkungan yang kurang serta sanitasi yang buruk.
  • Kebiasaan yang tidak sehat.
  • Makanan yang dicemari larva cacing.
  • Tanah mengandung larva cacing.

 

Tanda dan Gejala Penyakit Cacingan pada Anak :

  • Dalam kasus infeksi cacing ringan, tanpa adanya gejala penyakit cacingan pada anak secara nyata. Gejala lain yang harus dikenali adalah lesu, tidak bergairah, suka mengantuk, badan terlihat kurus meski porsi makannya melimpah, serta suka menggaruk-garuk anus ketika tidur karena bisa jadi sebagai tanda cacing kremi sedang beraksi.  Gangguan ini dapat menyebabkan, kekurangan zat gizi, kurang darah atau anemia. Zat gizi maupun darah yang berkurang, keduanya memberikan dampak di tingkat kecerdasan, selain anemia.  Anemia dapat menurunkan prestasi belajar dan produktivitas. Berdasarkan penelitian, anak yang kehilangan protein akibat cacing dapat membuat tingkat kecerdasannya menurun.  Anemia kronis mengganggu daya tahan tubuh anak dengan usia balita.
  • Akan tetapi pada kasus infeksi berat dapat berakibat fatal. Ascaris di cacing dapat bermigrasi ke organ lain sehingga menyebabkan peritonitis, akibat perforasi pada usus dan ileus obstruksi sebagai akibat bolus yang berakhir pada kematian.
  • Infeksi pada usus akibat cacingan merupakan gejala penyakit cacingan pada anak yang berakibat  menurunnya status gizi sehingga daya tahan tubuh menurun, hingga memudahkan infeksi penyakit lain terjadi, termasuk HIV/AIDS, TBC dan juga Malaria.

Pengobatan Penyakit Cacingan

Setelah mengetahui tanda dan juga gejala penyakit cacingan pada anak. Kita juga harus mengetahui bagaimana pengobatannya, seperti berikut :

  • Penanganan dalam mengatasi infeksi cacing dengan obat-obatan adalah pilihan yang sangat dianjurkan. Golongan Pirantel Pamoat (Combantrin dan lain-lain) adalah obat anti cacing yang cukup efektif dalam mengatasi sebagian besar infeksi akibat parasit cacing.
  • Intervensi pemberian obat cacing (obat pirantel pamoat 10 mg/kgBB dan albendazole 10 mg/kgBB) dosis tunggal yang diberi setiap 6 bulan pada anak SD dapat mengurangi kejadian infeksi di suatu daerah.
  • Perpaduan antara upaya prevensi dan terapi dapat memberikan tingkat keberhasilan yang cukup memuaskan, sehingga infeksi cacing dapat diatasi secara maksimal dengan perlahan.
Kenali Gejala Penyakit Cacingan Pada Anak Sejak Dini | muhammad yamin | 4.5