Gejala Penyakit Chikungunya Serta Pencegahannya

Selasa, Maret 28th, 2017 - gejala penyakit
Advertisement
gejala penyakit chikungunya

gejala penyakit chikungunya

Gejala Penyakit Chikungunya Serta PencegahannyaChikungunya merupakan virus yang menyerang manusia dengan gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Nyamuk disini berperan sebagai perantara atau vektor adalah organisme yang membawa virus chikungunya ke dalam tubuhnya tanpa terjangkiti. Virus chikungunya pertama kali ditemukan di Tanzania, Afrika Timur pada tahun 1952. Namanya pun berasal dari bahasa Swahlii dalam artian “yang berubah bentuk atau bungkuk”. Postur penderita chikungunya kebanyakan akan membungkuk diakibatkan rasa nyeri hebat pada persendian tangan serta kaki.

Virus chikungunya tidak dapat menyebar secara langsung dari satu orang ke orang lainnya. Virus yang menyebar melalui gigitan nyamuk. Virus chikungunya merupakan virus dalam kelompok gen alfavirus dari famili Togaviridae yang kebanyakan ditemukan di negara tropis. Umumnya nyamuk ini menyerang pada siang hari. Akan tetapi gigitan dapat juga terjadi saat dini hari bahkan menjelang petang. Lebih rentan terserang saat berada di luar rumah, walaupun nyamuk Aedes aegypti dapat juga menyerang di dalam ruangan.

Gejala Penyakit Chikungunya

Gejala penyakit chikungunya ialah demam tinggi, sakit perut, sakit kepala, mual dan muntah, nyeri sendi dan otot, serta bintik-bintik merah pada bagian badan dan tangan. Meski gejala penyakit chikungunya hampir sama dengan gejala penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue), tetapi pada penyakit chikungunya tidak terjadi perdarahan hebat, renjatan (shock) dan kematian. Masa inkubasinya adalah dua hingga empat hari, dan untuk manifestasinya tiga hingga sepuluh hari.

Gejala penyakit chikungunya pada anak-anak, awalnya akan demam secara mendadak, Lalu muncul ruam-ruam kemerahan setelah 3 hingga 5 hari, mata memerah dan serta terkena flu. Pada usia anak yang lebih besar disertai dengan rasa nyeri otot dan sendi. Gejala penyakit chikungunya pada orang dewasa, muncul demam disertai rasa nyeri sendi, tulang terasa sakit dan ngilu, serta pegal-pegal.

Pencegahan Penyakit Chikungunya

Satu-satunya cara menghindari penyakit chikungunya adalah dengan menghindari serta membasmi nyamuk  yang membawa virusnya. Nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus senang hidup dan berkembang biak pada genangan air bersih dan benda-benda yang menggantung seperti pakaian yang berada di belakang pintu kamar, serta menyenangi tempat yang gelap dan pengap.

Belum ada vaksin yang mampu mencegah terinfeksinya penyakit chikungunya. Pencegahan yang dilakukan berfokus untuk mengurangi habitat tempat nyamuk tersebut berkembang biak seperti halnya :

  • Tempat untuk menampung air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari. Contoh : tangki air, bak mandi, tempayan, dan juga ember.
  • Tempat penampungan air yang bukan untuk keperluan sehari-hari. Contoh : vas bunga, kaleng-kaleng bekas, tempat pembuangan air kulkas atau AC, dan tempat minum hewan piaraan
  • Tempat penampungan air alami. Contoh : lubang pohon, tempurung kelapa, pelepah daun ataupu lainnya.

 

Perhatikan beberapa hal-hal berikut ini dalam mencegah perkembangbiakan nyamuk pada sekitaran tempat tinggal:

  • Kuras bak mandi dan penampungan air dengan teratur.
  • Menutup rapat-rapat tempat penampungan air setelah digunakan.
  • Menempatkan wadah-wadah yang tidak dugunakan dalam posisi tertelungkup.
  • Menaburkan bubuk abate untuk mematikan jentik-jentik nyamuk di tempat-tempat air yang sulit untuk dikuras secara berulang 2-3 bulan sekali.
  • Takaran untuk penggunaan bubuk abate, yaitu 1 gram bubuk abate atau 1 sdm untuk 10 liter air.
  • Menyingkirkan barang-barang tidak terpakai yang memungkinkan menjadi sarang bagi nyamuk. Diutamakan yang ada di luar rumah yang dapat menampung air hujan
  • Membersihkan vas bunga, aquarium serta tempat air minum hewan peliharaan secara teratur.
  • Memastikan septic tank tertutup rapi dan tidak ada yang bocor.
  • Memastikan talang atap rumah tidak menjadi tempat penampung genangan air.
  • Memasang kasa anti-nyamuk di jendela.
  • Menghindari menggantung pakaian di tempat terbuka.

 

Untuk menghindari gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus disarankan melakukan hal-hal berikut ini :

  • Menggunakan pakaian tertutup atau lotion anti-nyamuk jika berada di area yang berpotensi banyak nyamuk.
  • Sebaiknya mengenakan pakaian dengan warna cerah.
  • Menggunakan penyemprot atau obat antinyamuk elektrik pada petang hari.
  • Minimalkan bau menyengat seperti parfum atau hairspray yang dapat menarik nyamuk untuk hinggap.
  • Menempatkan tanaman lavender secara alami membuat nyamuk tidak bertahan dalam ruangan.
  • Pengasapan/fogging untuk membunuh nyamuk. Cara ini dilakukan terutama jika chikungunya atau demam berdarah sedang mewabah di suatu daerah. Janga lupa pastikan pengasapan yang dilakukan sudah dijalankan sesuai prosedur yang tepat.

 

Advertisement
Gejala Penyakit Chikungunya Serta Pencegahannya | muhammad yamin | 4.5