Penyebab Dan Gejala Penyakit Gondok Serta Pengobatannya

Rabu, Juli 26th, 2017 - gejala penyakit, Tips Sehat
gejala penyakit gondok

gejala penyakit gondok

Penyebab Dan Gejala Penyakit Gondok Serta Pengobatannya – Pengertian Penyakit Gondok
Kelenjar tiroid merupakan organ yang menyerupai kupu-kupu terletak tepat di bagian bawah jakun. Kelenjar ini mempunyai fungsi penting, yaitu memproduksi hormon tiroid untuk berperan dalam berbagai proses-proses kimiawi di dalam tubuh. Dalam kondisi normal, kinerja kelenjar tiroid sering tidak disadari sama seperti dengan organ-organ dalam yang lainnya. Tetapi jika pembengkakan terjadi, kelenjar tiroid akan membentuk suatu benjolan di leher yang disebut dengan gondok. Keluhan penyakit gondok dapat berbeda-beda pada penderitanya. Seperti berkeringat, jantung berdebar-debar, gerakan melambn, mudah lelah, mata menonjol, dan lainnya. Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejala penyakit gondok.

Jenis-jenis Penyakit Gondok

Terdapat dua jenis penyakit gondok, yaitu gondok difus dan gondok nodul. Pengelompokannya berdasarkan dari tekstur benjolannya. Pada gondok difus benjolan terasa mulus jika disentuh. Sedangkan pada gondok nodul, benjolannya terasa tidak rata serta bergumpal. Permukaan yang tidak rata ini disebabkan karena adanya satu atau lebih bintil-bintil kecil padat atau adanya isi cairan dalam benjolan.

Penyebab Penyakit Gondok

Gondok kadang sulit untuk ditemukan penyebabnya dikarenakan sangat beragam. Tetapi ada beberapa faktor pada umumnya yang dapat memicu penyakit ini. Di antaranya, sebagai berikut :

• Hipertiroidisme dan hipotirodisme. Penyakit gondok bisa terjadi dikarenakan kinerja kelenjar tiroid berlebihan (hipertiroidisme) ataupun menurun (hipotiroidisme). Kedua-duannya dapat memicu terjadinya pembengkakan kelenjar tiroid. Hipertiroidisme disebabkan penyakit Graves. Sedangkan hipotiroidisme dipicu karena kekurangan iodin atau penyakit Hashimoto.

• Defisiensi iodin. Kelenjar tiroid membutuhkan iodin guna memproduksi hormon tiroid. Zat ini terkandungt dalam ikan, rumput laut, tiram, sereal, biji-bijian, dan juga susu sapi. Kekurangan iodin menyebabkan kinerja kelenjar tiroid mengalami penurunan sehingga terjadi pembengkakan.

• Merokok. Asap tembakau pada rokok mengandung senyawa tiosianat yang dapat memengaruhi dalam pemanfaatan iodin.

Selain penyebab umum di atas, penyakit gondok juga dapat terjadi karena hal-hal berikut :

• Pengaruh dari kanker tiroid.
• Keberadaan nodul pada kelenjar tiroid.
• Inflamasi kelenjar tiroid sebagai akibat infeksi virus, bakteri, ataupun obat-obatan tertentu.
• Perubahan hormon karena kehamilan, pubertas, dan menopause.
• Kadar iodin yang berlebihan di dalam tubuh.
• Pajanan radiasi.
• Pengaruh obat litium yang digunakan untuk menangani gangguan bipolar dan depresi.

Gejala-gejala Penyakit Gondok

Tidak semua penderita mengalami gejala penyakit gondok. Jika memang terdapat indikasi yang muncul, adanya benjolan abnormal di leher merupakan hal utama dari gejala penyakit gondok. Ukuran benjolannya berbeda-beda pada setiap penderita yang mengalaminya. Benjolan yang ukurannya kecil sering tidak menyebabkan gejala apa pun. Akan tetapi, benjolan tersebut bisa memengaruhi proses pernapasan serta menyebabkan sulitnya menelan jika bertambah besar.

Gejala-gejala penyakit gondok lainnya yang disertai dengan pembengkakan meliputi tenggorokan sesak, suara berubah (misalkan serak), batuk-batuk, dan juga kesulitan dalam hal bernapas serta menelan. Jika merasakan gejala-gejala penyakit gondok tersebut, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan ke dokter. Terutama bagi yang memiliki benjolan terus-menerus membesar hingga mengalami kesulitan dalam bernapas atau menelan.

Langkah Pengobatan Penyakit Gondok

Jika benjolannya terus-menerus membesar hingga mengganggu kondisi kesehatan, ada beberapa metode pengobatan yang bisa diambil. Metode-metode yang akan dianjurkan oleh dokter, seperti :

1. Terapi penggantian hormon
Terapi ini dilakukan untuk mengatasi hipotirodisme dengan cara menggantikan hormon tiroid dan pada dasarnya harus dijalani selama sisa hidup.

2. Obat untuk menurunkan hormon tiroid
Thionamide dapat menurunkan kadar hormon tiroid dengan cara menghambat proses produksinya. Obat ini bertujuan mengatasi hipertiroidisme.

3. Terapi iodin radioaktif
Terapi yang bermaksud dalam penanganan hipertiroidisme. Iodin radioaktif yang digunakan dapat menghancurkan sel-sel tiroid. Metodenya terbukti bisa mengecilkan ukuran benjolan, akan tetapi juga menjadi pemicu hipotiroidisme.

4. Langkah operasi
Langkah yang dilakukan dengan prosedur pengangkatan sebagian atau keseluruhan kelenjar tiroid (tiroidektomi). Prosedurnya juga disarankan untuk penderita yang diduga mempunyai benjolan tiroid yang memilik sel-sel kanker. Walau memilik kemungkinan yang tergolong kecil, penderita yang melakukan prosedur ini berpotensi untuk mengalami komplikasi kerusakan saraf dan kelenjar paratiroid. Contohnya perubahan pada suara dan juga gangguan pernapasan.

Penyebab Dan Gejala Penyakit Gondok Serta Pengobatannya | muhammad yamin | 4.5