Gejala Penyakit Kusta Serta Cara Pencegahannya

Selasa, Maret 21st, 2017 - gejala penyakit
Advertisement
gejala penyakit kusta

gejala penyakit kusta

Gejala Penyakit Kusta Serta Cara Pencegahannya- Penyakit kusta atau lepra atau biasa disebut Morbus Hansen, adalah penyakit infeksi menular atau penyakit kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Penyakit kusta umumnya terdapat di negara sedang berkembang, yang dimana sebagian besar penderitanya merupakan golongan ekonomi lemah. Kusta merupakan penyakit kronis disebabkan oleh bakteri yang menyerang kulit dan syaraf tepi. Penderita kusta dengan tipe lepromatosa bisa menyerang bagian atas saluran pernapasan. Kusta ditandai dengan munculnya bintik putih dan pinggirannya terdapat batas hitam di sekeliling bintik putih. Penyakit kusta dapat menyerang siapa pun, baik laki-laki, perempuan, anak-anak ataupun dewasa. Asalkan adanya bakteri penyebab kusta, dan terpapar oleh bakteri ini dalam jumlah banyak serta dalam jangka waktu yang cukup lama.

Penyebab penyakit kusta

Penyebab penyakit kusta adalah kuman mycobacterium leprae. Microbacterium ini merupakan kuman aerob, tidak membentuk spora, dikelilingi oleh membran sel lilin, berbentuk batang, berukuran panjang 1–8 micro, lebarnya 0,2– ,5 micro dan biasanya hidup berkelompok dan juga tersebar satu-satu, hidup dalam sel yang bersifat tahan asam (BTA). Kuman ini menular melalui kontak langsung dengan penderita maupun melalui pernapasan, lalu kuman ini membelah dalam jangka 14 hingga 21 hari dengan masa inkubasi rata-rata 2 sampai dengan 5 tahun. Setelah lima tahun, tanda-tanda dan gejala penyakit kusta pada seorang penderita mulai muncul, seperti kulit mengalami bercak putih, merah, dan kesemutan anggota tubuh hingga mangakibatkan tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Kusta bukanlah penyakit keturunan atau penyakit kutukan, tetapi penyakit yang menyerang kulit karena serangan bakteri Mycobacterium leprae. Belum ada kepastian mengenai penularan kusta sampai saat ini, namun dijelaskan kalau penularan di dalam rumah tangga serta hubungan dekat dengan penderita dalam jangka waktu yang cukup lama akan beresiko tertular. Penyakit kusta menular melaui bakteri yang terdapat pada sekret hidung dan berulang-ulang kontak dengan kulit terluka. Pada anak-anak di bawah umur setahun penularan melalui plasenta.

Tanda dan gejala penyakit kusta

Untuk menghindari secara dini penularan panyakit kusta, maka sebaiknya mengetahui tanda dan gejala penyakit kusta. Tanda-tanda terkena penyakit kusta :

  1. Adanya bercak tipis seperti panu pada bagian tubuh.
  2. Bercak putih yang terus bertambah. Seiring dengan berjalannya waktu, semakin melebar dan bertambah banyak.
  3. Adanya pelebaran syaraf ulnaris, aulicularis magnus, medianus serta peroneus.
  4. Kelenjar keringat mengalami gangguan fungsi kerja yang menyebabkan kulit menjadi tipis dan juga mengkilat.
  5. Bintil-bintil kemerahan (leproma dan nodul) yang menyebar di kulit.
  6. Rontoknya alis rambut.
  7. Wajah mengalami benjolan-benjolan serta tegang yang disebut dengan facies leomina atau muka singa.

Gejala penyakit kusta secara umum:

  1. Tubuh terasa panas dari derajat rendah hingga dengan menggigil.
  2. Mengalami anoreksia.
  3. Hidung berlendir dan kadang disertai dengan vomitus
  4. Mengalami iritasi, orichitis, neuritis dan pleuritis
  5. Chepalgia
  6. Mengalami nepritis, nephrosia dan hepatospleenomegali

Upaya Pencegahan Penularan Kusta

Penyakit kusta adalah penyakit yang dapat segera ditangani dan juga dicegah. Berikut ini merupakan beberapa rekomendasi mencegah penularan penyakit kusta :

  1. Segera melakukan pengobatan secara rutin agar bakteri yang dibawa tidak menular kembali pada orang lain.
  2. Mengurangi dan menghindari kontak fisik dalam jangka waktu lama.
  3. Meningkatkan kebersihan diri dan lingkungan.
  4. Tidak bertukar pakaian dengan penderita. Dikarenakan basil bakteri juga terdapat pada kelenjar keringat
  5. Meningkatkan daya tahan tubuh, dengan berolahraga dan meningkatkan pemenuhan nutrisi.
  6. Memisahkan alat-alat makan dan kamar mandi dengan penderita kusta.
  7. Bagi penderita kusta, usahakan tidak meludah sembarangan karena basil bakteri dapat hidup beberapa hari di dalam droplet
  8. Mengisolasi penderita kusta yang belum mendapatkan pengobatan.
  9. Vaksinasi BCG bagi kontak serumah dengan penderita kusta.
  10. Penyuluhan terhadap masyarakat mengenai penularan kusta serta informasi mengenai ketersediaan obat-obatan yang efektif.

Bagi masyarakat umum, jangan sampai mengucilkan penderita kusta. Pada dasarnya penyakit kusta memang menular tetapi para penderita juga memiliki hak untuk bertahan hidup dan bermasyarakat. Penderita kusta yang telah menjalani pengobatan mempunyai sedikit kemungkinan untuk menularkannya. Oleh sebab itu, kita perlu mengetahui tanda dan gejala penyakit kusta untuk mencegah penularan penyakit tersebut.

Gejala Penyakit Kusta Serta Cara Pencegahannya

Penyakit kusta atau lepra atau biasa disebut Morbus Hansen, adalah penyakit infeksi menular atau penyakit kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Penyakit kusta umumnya terdapat di negara sedang berkembang, yang dimana sebagian besar penderitanya merupakan golongan ekonomi lemah. Kusta merupakan penyakit kronis disebabkan oleh bakteri yang menyerang kulit dan syaraf tepi. Penderita kusta dengan tipe lepromatosa bisa menyerang bagian atas saluran pernapasan. Kusta ditandai dengan munculnya bintik putih dan pinggirannya terdapat batas hitam di sekeliling bintik putih. Penyakit kusta dapat menyerang siapa pun, baik laki-laki, perempuan, anak-anak ataupun dewasa. Asalkan adanya bakteri penyebab kusta, dan terpapar oleh bakteri ini dalam jumlah banyak serta dalam jangka waktu yang cukup lama.

Penyebab penyakit kusta

Penyebab penyakit kusta adalah kuman mycobacterium leprae. Microbacterium ini merupakan kuman aerob, tidak membentuk spora, dikelilingi oleh membran sel lilin, berbentuk batang, berukuran panjang 1–8 micro, lebarnya 0,2– ,5 micro dan biasanya hidup berkelompok dan juga tersebar satu-satu, hidup dalam sel yang bersifat tahan asam (BTA). Kuman ini menular melalui kontak langsung dengan penderita maupun melalui pernapasan, lalu kuman ini membelah dalam jangka 14 hingga 21 hari dengan masa inkubasi rata-rata 2 sampai dengan 5 tahun. Setelah lima tahun, tanda-tanda dan gejala penyakit kusta pada seorang penderita mulai muncul, seperti kulit mengalami bercak putih, merah, dan kesemutan anggota tubuh hingga mangakibatkan tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Kusta bukanlah penyakit keturunan atau penyakit kutukan, tetapi penyakit yang menyerang kulit karena serangan bakteri Mycobacterium leprae. Belum ada kepastian mengenai penularan kusta sampai saat ini, namun dijelaskan kalau penularan di dalam rumah tangga serta hubungan dekat dengan penderita dalam jangka waktu yang cukup lama akan beresiko tertular. Penyakit kusta menular melaui bakteri yang terdapat pada sekret hidung dan berulang-ulang kontak dengan kulit terluka. Pada anak-anak di bawah umur setahun penularan melalui plasenta.

Tanda dan gejala penyakit kusta

Untuk menghindari secara dini penularan panyakit kusta, maka sebaiknya mengetahui tanda dan gejala penyakit kusta. Tanda-tanda terkena penyakit kusta :

  1. Adanya bercak tipis seperti panu pada bagian tubuh.
  2. Bercak putih yang terus bertambah. Seiring dengan berjalannya waktu, semakin melebar dan bertambah banyak.
  3. Adanya pelebaran syaraf ulnaris, aulicularis magnus, medianus serta peroneus.
  4. Kelenjar keringat mengalami gangguan fungsi kerja yang menyebabkan kulit menjadi tipis dan juga mengkilat.
  5. Bintil-bintil kemerahan (leproma dan nodul) yang menyebar di kulit.
  6. Rontoknya alis rambut.
  7. Wajah mengalami benjolan-benjolan serta tegang yang disebut dengan facies leomina atau muka singa.

Gejala penyakit kusta secara umum:

  1. Tubuh terasa panas dari derajat rendah hingga dengan menggigil.
  2. Mengalami anoreksia.
  3. Hidung berlendir dan kadang disertai dengan vomitus
  4. Mengalami iritasi, orichitis, neuritis dan pleuritis
  5. Chepalgia
  6. Mengalami nepritis, nephrosia dan hepatospleenomegali

Upaya Pencegahan Penularan Kusta

Penyakit kusta adalah penyakit yang dapat segera ditangani dan juga dicegah. Berikut ini merupakan beberapa rekomendasi mencegah penularan penyakit kusta :

  1. Segera melakukan pengobatan secara rutin agar bakteri yang dibawa tidak menular kembali pada orang lain.
  2. Mengurangi dan menghindari kontak fisik dalam jangka waktu lama.
  3. Meningkatkan kebersihan diri dan lingkungan.
  4. Tidak bertukar pakaian dengan penderita. Dikarenakan basil bakteri juga terdapat pada kelenjar keringat
  5. Meningkatkan daya tahan tubuh, dengan berolahraga dan meningkatkan pemenuhan nutrisi.
  6. Memisahkan alat-alat makan dan kamar mandi dengan penderita kusta.
  7. Bagi penderita kusta, usahakan tidak meludah sembarangan karena basil bakteri dapat hidup beberapa hari di dalam droplet
  8. Mengisolasi penderita kusta yang belum mendapatkan pengobatan.
  9. Vaksinasi BCG bagi kontak serumah dengan penderita kusta.
  10. Penyuluhan terhadap masyarakat mengenai penularan kusta serta informasi mengenai ketersediaan obat-obatan yang efektif.

Bagi masyarakat umum, jangan sampai mengucilkan penderita kusta. Pada dasarnya penyakit kusta memang menular tetapi para penderita juga memiliki hak untuk bertahan hidup dan bermasyarakat. Penderita kusta yang telah menjalani pengobatan mempunyai sedikit kemungkinan untuk menularkannya. Oleh sebab itu, kita perlu mengetahui tanda dan gejala penyakit kusta untuk mencegah penularan penyakit tersebut.

Advertisement
Gejala Penyakit Kusta Serta Cara Pencegahannya | muhammad yamin | 4.5