Penyebab Kista Ovarium Yang Perlu Diketahui

Kamis, Juni 9th, 2016 - ARTIKEL SEHAT, Tips Cantik, Tips Sehat
penyebab kista ovarium

penyebab kista ovarium

Penyebab Kista Ovarium Yang Perlu Diketahui– Kista Ovarium merupakan kantong kecil yang terbentuk dalam ovarium atau indung telur pada wanita. Kantong ini berisikan cairan serta dikategorikan sebagai tumor jinak yang tidak berbahaya. Sebenarnya kista dapat menghilang dengan sendirinya, tetapi pada beberapa kasus justru dapat menimbulkan masalah kesehatan, seperti haid yang tidak lancar, pendarahan, kista yang pecah, tidak dapat hamil, batang ovarium yang terlilit, dan juga dapat menjadi kanker endometrium.

Kista ovarium mempunyai 2 kategori utama, yaitu kista fungsional yang muncul sebagai bagian dari siklus menstruasi. Kista ini yang paling umum terjadi yang dapat hilang sendiri serta tidak berbahaya. Dan kista yang mengandung sel abnormal yang sebagian kecil kasus dapat bersifat kanker.

Proses Terbentuknya Kista

Seorang wanita sehat biasanya mempunyai sepasang ovarium pada bagian kanan dan kiri rahim. Ovarium menghasilkan satu telur setiap bulannya yang terbungkus dalam kantong disebut folikel. Setelah matang, telur akan keluar menuju rahim dan pada dinding rahim akan menebal guna mempersiapkan tempat untuk telur yang telah dibuahi oleh sperma. Tetapi apabila tidak dibuahi, rahim yang menebal akan luruh bersama dengan telur lalu kemudian keluar. Hal ini yang disebut dengan menstruasi.

Ketika folikel tidak berhasil pecah dalam mengeluarkan telur yang berada di dalamnya, cairan di dalamnya dapat membentuk kista kecil (tidak lebih besar dari 4 cm). Kista ovarium ini disebut dengan kista fungsional yang lumrah terbentuk di salah satu ovarium. Setelah beberapa waktu akan menyusut sehingga hilang dengan sendirinya.

Berikut merupakan faktor-faktor yang dapat mengembangkan penyebab kista ovarium, antara lain :

  • Keturunan (ibu ataupun nenek yang menderita kista serupa).
  • Menstruasi yang datang lebih awal (usia 11 tahun ataupun lebih muda).
  • Siklus menstruasi tidak teratur.
  • Peningkatan distribusi lemak dalam tubuh pada bagian atas
  • Tamoxifen (Soltamox) terapi bagi kanker payudara.
  • Infertilitas
  • Hipotiroidisme atau ketidakseimbangan dari hormon.
  • Kontrasepsi oral atau pengendalian kelahiran dengan menggunakan pil bisa mengurangi resiko dari pengembangan kista ovarium karena mencegah indung telur dalam memproduksi telur selama ovulasi.

 

Penyebab Kista Ovarium

Kista ovarium terbagi atas 2 kategori utama, yaitu kista fungsional dan juga kista dengan sel abnormal.

Kista Fungsional

Penyebab kista ovarium ini sebagai akibat bagian dari siklus menstruasi. Kista ini cepat hilang serta tidak membahayakan. Kista fungsional terbagi menjadi dua jenis, yaitu kista korpus luteum serta kista folikel.

Korpus luteum adalah sel yang dapat memproduksi hormon estrogen dan juga progesteron setelah terjadinya pelepasan sel telur. Saat lubang keluarnya sel telur di korpus luteum tersumbat, penumpukan cairan akan terjadi. Inilah yang mengakibatkan korpus luteum jadi berkembang menjadi kista yang dapat hilang dalam beberapa bulan, tetapi memiliki resiko untuk pecah. Jika terjadi, maka kista ini bisa menyebabkan pendarahan serta sakit yang datang tiba-tiba.

Jenis kista fungsional yang kedua yaitu kista folikel. Pada ovarium, sel telur berkembang di dalam struktur yang disebut folikel. Kista folikel terbentuk saat folikel mengalami gangguan sehingga tidak dapat melepaskan sel telur. Folikel jadi membengkak karena penuh cairan serta menjadi sebuah kista yang dapat hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu.

Kista Dengan Sel Abnormal

Penyebab kista ovarium ini tidak berhubungan dengan siklus menstruasi, tetapi muncul dikarenakan adanya pertumbuhan sel tidak normal. Sebagian kecil dari kista ini dapat bersifat kanker.

Kista dermoid

Kista dermoid merupakan jenis kista dengan sel abnormal yang umum terjadi pada wanita dengan usia di bawah 40 tahun. Kista ini bisa mengandung semua jenis dari jaringan manusia, contohnya rambut, darah, lemak, tulang, kulit, dan juga gigi. Hal ini terjadi karena kistanya berasal dari sel yang belum berkembang jadi sel telur. Sel ini mempunyai dapat berubah menjadi sel jaringan pada tubuh apapun. Kista dermoid pada umumnya tidak ganas, tetapi dapat berkembang serta membesar hingga dengan diameter 20 cm dan harus diangkat dengan proses operasi.

Kista adenoma

Kista ini umumnya ditemukan pada wanita yang berumur di atas 40 tahun serta terbentuk dari sel-sel jaringan pada luar ovarium. Kista adenoma terbagi menjadi 2 kelompok, yakni kista adenoma serosa dan juga kista adenoma mucinous. Kista adenoma serosa berukuran kecil, tetapi dapat mengakibatkan gejala bila pecah. Sedangkan ukuran pada kista adenoma mucinous dapat berkembang hingga dengan diamater 35 cm. Kista ini jarang bersifat ganas, namun dapat menyebabkan ovarium terpelintir hingga aliran darah ke ovarium jadi tersumbat.

Selain penyebab kista ovarium yang telah dibahas di atas, faktor lain yang dapat memicu terbentuknya penyebab kista ovarium adalah menderita endometriosis ataupun juga sindrom ovarium polikistik (PCOS).

Demikian sedikit pembahasan kami tentang penyebab kista ovarium semoga bermanfaat untuk anda.

Advertisement
Penyebab Kista Ovarium Yang Perlu Diketahui | muhammad yamin | 4.5