Wah, ternyata beginilah Efek samping kopi untuk ibu hamil

Monday, May 13th, 2019 - Artikel Kesehatan

Efek samping kopi untuk ibu hamil-Kopi adalah salah satu minuman favorit semua orang, kandungan kafeinnya bisa membangkitkan semangat saat bekerja, atau menimbulkan energi di pagi hari. Namun, sebenarnya bolehkah ibu hamil minum kopi?

Dr. Benny Johan Marpaung Sp.OG, seorang spesialis kebidanan dan kandungan yang berpraktek di RS Bersalin Asih, Kebayoran Baru Jakarta Selatan mengatakan, kandungan kafein dalam kopi bisa berbahaya bagi bayi jika dikonsumsi terlalu banyak.

“Kandungan kafein yang terlalu tinggi pada kopi, bisa membuat mual dan muntah yang dialami ibu hamil menjadi lebih parah,” papar Dokter Benny saat ditemui dalam acara ulang tahun kelima Orami di Penang Bistro, Jakarta Pusat (21/02/2018).

Karenanya, lebih lanjut ia menyarankan agar ibu hamil minum kopi tidak terlalu berlebihan. Agar tidak menambah masalah perut yang dialami ibu selama hamil.

berapa banyak jumlah kopi yang dibolehkan pada ibu hamil?

Dokter yang memiliki pengalaman 16 tahun dalam menangani banyak ibu hamil ini juga menyatakan, ia tidak melarang ibu hamil minum kopi. Namun, ia memberikan batas tertentu untuk asupan kopi dalam sehari.

“Sebaiknya hanya dua cangkir saja sehari. Kopi apapun tak masalah, yang penting tidak melebihi ambang batas, yang bisa membuat pola makan ibu terganggu dan masalah pencernaan.”

Sedangkan teh dibolehkan dua sampai tiga cangkir per hari, karena kafein yang terkandung dalam teh lebih rendah dibandingkan kopi. Ibu hamil juga bisa mengkombinasi asupan kopi dan teh dalam sehari, namun tidak boleh lebih dari dua cangkir dalam satu hari.

Artinya, satu cangkir teh dan satu cangkir kopi dalam sehari. Tentu saja disarankan memakai cangkir yang ukurannya kecil ya, Bun, agar komposisi kafien tidak berlebihan.

Risiko yang bisa terjadi jika ibu hamil minum kopi terlalu banyak

Jika Anda tidak bisa mengurangi kebiasaan minum kopi selama hamil, berikut ini adalah risiko yang bisa Anda alami:

  • Asam lambung naik ke tenggorokan atau dikenal dengan GERD
  • Kondisi ibu kekurangan darah atau anemia
  • Insomnia
  • Gangguan pencernaan
  • Tekanan darah tinggi
  • Tremor
  • Migrain
  • Sering buang air kecil

Kafein juga bisa masuk ke tubuh bayi melalui plasenta hingga berdampak pada janin yang dikandung. Saat janin terpapar zat-zat yang ada di dalam kafein ini dapat berpengaruh terhadap perkembangan sel-sel bayi.

Kafein yang masuk ke dalam tubuh dapat meningkatkan denyut jantung, sedikit meningkatkan tekanan darah, membuat ibu hamil merasa gelisah dan insomnia serta merangsang sekresi asam lambung. Kondisi-kondisi tersebut tentu saja bisa memengaruhi perkembangan janin.

Tak hanya itu, senyawa fenol yang terkandung dalam kopi juga dapat mempersulit tubuh menyerap zat besi, sehingga ibu hamil rentan terkena anemia sehingga ada kemungkinan bayi yang dilahirkan nanti memiliki risiko terkena anemia.

Bahkan jika terlalu berlebihan mengonsumsi kafein bisa menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah atau bahkan keguguran.

Takaran kopi yang dibolehkan untuk ibu hamil

Batas maksimal konsumsi kafein bagi ibu hamil dalam sehari adalah 200 mg atau sekitar dua cangkir kopi instan. Untuk itu, perhatikan kandungan kafein dalam teh, kopi, cokelat dan makanan lain yang tertera pada label kemasan. Jangan sampai konsumsi kafein melebihi batas toleransi pada ibu hamil.

Berikut jumlah umum kafein dalam makanan dan minuman:

  • 60-200 mg kafein dalam satu cangkir kopi seduh.
  • 140 mg kafein dalam satu cangkir kopi saring.
  • 100 mg kafein dalam satu cangkir kopi instan.
  • 40 mg kafein dalam satu ebotol soda.
  • 75 mg kafein dalam satu cangkir teh.
  • 25-50 mg kafein dalam 50 g cokelat

Jika Anda memiliki kebiasaan mengonsumsi lebih dari dua cangkir kopi per hari sebelum hamil, sebaiknya Anda mengurangi konsumsi kopi secara perlahan sejak awal kehamilan. Untuk menggantikan kebiasaan ibu hamil minum kopi, cobalah untuk mengonsumsi minum sehat yang menyegarkan seperti aneka jus buah, jus sayuran, air kelapa, atau infused water. Jika perlu, tanyakan ke dokter untuk mengetahui takaran minum kopi yang diperbolehkan, sesuai kondisi kehamilan Anda.

Fakta dan mitos ibu hamil minum kopi

1. Minum kopi meyebabkan cacat lahir

Pernyataan: Kafein menyebabkan cacat lahir pada manusia.

Fakta: Banyak penelitian pada hewan telah menunjukkan bahwa kafein dapat menyebabkan cacat lahir, persalinan prematur, kelahiran prematur, mengurangi kesuburan, dan meningkatkan risiko kelahiran bayi berat badan rendah dan masalah reproduksi lainnya.

Belum ada studi konklusif yang dilakukan pada manusia; Namun, masih lebih baik untuk mencari aman ketika pada studi yang tidak meyakinkan.

2. Minum kopi menyebabkan kemandulan

Pernyataan: Kafein menyebabkan infertilitas.

Fakta: Beberapa penelitian menunjukkan hubungan antara tingkat konsumsi kafein yang tinggi dan menunda kehamilan.

3. Minum kopi menyebabkan keguguran

Pernyataan: Kafein menyebabkan keguguran.

Fakta: Pada tahun 2008, dua studi tentang efek kafein yang terkait dengan keguguran menunjukkan hasil yang berbeda secara signifikan. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan oleh American Journal of Obstetrics and Gynecology, ditemukan bahwa wanita yang mengonsumsi 200 mg atau lebih kafein setiap hari dua kali lebih mungkin mengalami keguguran dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi kafein apa pun.

Dalam studi lain yang dirilis oleh Epidemiologi, tidak ada peningkatan risiko pada wanita yang minum jumlah minimal kopi setiap hari (antara 200-350 mg per hari.)

Karena kesimpulan yang bertentangan dari berbagai penelitian, March of Dimesmenyatakan bahwa sampai studi yang lebih konklusif dilakukan, wanita hamil harus membatasi asupan kafein hingga kurang dari 200 mg per hari. Ini sama dengan sekitar satu cangkir kopi 12 ons.

Wah, ternyata beginilah Efek samping kopi untuk ibu hamil | Resti | 4.5