Pahamilah Gejala Dan Penyebab Kaligata/Biduran

Friday, May 10th, 2019 - Gejala Penyakit

Gejala Dan Penyebab Kaligata – kaligata  adalah kondisi di mana kulit memiliki ruam yang menonjol dan gatal, muncul di salah satu bagian tubuh atau menyebar ke area yang lebih besar. Kondisi ini bukanlah penyakit yang membahayakan, tapi bisa membuat pasien merasa tidak nyaman saat tidur atau sepanjang hari karena sensai gatal yang muncul.

 

Kaligata merupakan bentol-bentol di kulit disertai ruam kemerahan, terasa gatal, dan terkadang terasa perih menyengat.Biasanya kaligata muncul akibat reaksi alergi. Meski demikian, banyak kasus kaligata, terutama kaligata kronik, yang tidak diketahui penyebabnya.

 

 

Penyakit tertentu, efek samping atau alergi obat, makanan, udara panas atau dingin, dan iritasi akibat paparan zat kimia dapat menjadi penyebab terjadinya kaligata akut.

 

Pantangan Kaligata

 

  1. Alergi makanan

Kaligata dapat disebabkan oleh alergi makanan maupun minuman tertentu, misalnya telur, kerang, kacang tanah, atau buah beri. Bentol merah akibat biduran bisa langsung muncul sesaat setelah seseorang makan makanan pemicu alergi, namun ada juga yang memerlukan waktu beberapa jam sebelum muncul gejala.

  1. Udara luar

Munculnya bentol-bentol atau Kaligata akibat gigitan serangga atau paparan serbuk sari sudah umum diketahui. Namun, yang sering tidak disadari adalah Kaligata  juga bisa disebabkan oleh paparan sinar matahari, suhu dingin, atau angin kencang.

 

Selain dengan menghindari pemicu gatal, dokter mungkin akan meresepkan antihistamin untuk mengobati biduran akibat perubahan cuaca atau suhu. Dengan begitu, Anda bisa menikmati musim panas maupun musim dingin tanpa khawatir akan terkena biduran yang berulang.

 

  1. Penyakit tertentu

Kaligata  ternyata bukan sekadar rasa gatal dan bentol-bentol di kulit. Pasalnya, Kaligata  juga dapat memberikan sinyal adanya masalah kesehatan yang lebih serius.

 

Pasien dengan penyakit lupus, limfoma, penyakit tiroid, hepatitis, maupun HIV sama-sama memiliki gejala gatal-gatal mirip Kaligata . Namun, jenis Kaligata  atau urtikarianya tergolong kronis sehingga dapat diatasi dengan bantuan obat-obatan.

  1. Berkeringat

Keringat pada dasarnya tidak menyebabkan gatal-gatal. Akan tetapi, tubuh yang berkeringat menandakan tubuh sedang mengalami kenaikan suhu. Bagi beberapa orang, kenaikan suhu tubuh  baik karena olahraga maupun mandi air panas – ini dapat memicu timbulnya gatal-gatal.

 

  1. Alergi tungau debu rumah

Alergi terhadap tungau debu rumah juga bisa menjadi penyebab Kaligata. Tumpukkan debu yang terkumpul di sudut-sudut rumah menyediakan tempat tinggal yang nyaman bagi kutu mikroskopik ini. Debu adalah kumpulan partikel sisa dari berbagai macam hal, mulai dari rerontokan daun kering, sel kulit mati, tanah, bangkai serangga, sisa makanan, serat, dan sampah lainnya.

 

  1. Stres.

Pada orang-orang yang mengalami urtikaria kronis atau Kaligata yang bekali-kali muncul selama lebih dari enam minggu, stres dan amarah dapat membuat tubuh melepaskan histamin. Akibatnya, tubuh memberikan respon peradangan dengan memunculkan bentol merah seperti Kaligata.

 

Obat dan pengobatan kaligata

 

Berikut berbagai obat biduran yang biasa diresepkan dokter:

 

  1. Antihistamin

Mengonsumsi pil antihistamin sebagai obat biduran menjadi cara efektif untuk mencegah gatal-gatal. Selain itu, antihistamin juga memblokir pelepasan histamin oleh tubuh yang menjadi pemicu kemunculan gejala kaligata

 

  1. Losion calamine

Losion calamine membantu meredakan gatal dengan cara memberikan efek dingin pada kulit. Anda dapat menggunakan losion calamine langsung ke kulit dengan cara:

 

  1. Obat antiradang

Kortikosteroid oral seperti seperti prednison dapat membantu mengurangi pembengkakan, kemerahan, dan gatal. Biasanya obat ini diresepkan untuk mengendalikan biduran kronis dan hanya digunakan dalam jangka waktu sebentar. Pasalnya, obat ini memiliki berbagai efek samping serius jika dikonsumsi dalam waktu yang lama.

 

  1. Antidepresan

Antidepresan trisiklik doxepin (Zonalon), biasanya digunakan dalam bentuk krim yang dapat membantu meredakan gatal. Obat ini dapat menyebabkan pusing dan kantuk sehingga rasa gatal Anda sedikit teralihkan dengan tidur.

 

  1. Omalizumab (Xolair)

Omalizumab biasanya diberikan dengan cara disuntikkan ke kulit. Obat ini akan diresepkan jika Anda mengalami biduran parah yang terjadi selama berbulan-bulan atau dalam hitungan tahun. Efek samping yang paling umum adalah sakit kepala, pusing, hingga sakit telinga bagian dalam.

 

Mengobati urtikaria dengan mengatasi faktor penyebab penting dilakukan untuk mengendalikan kondisinya.

 

 Pengobatan alami dan cepat yang dapat membantu Anda mengatasi Kaligata:

 

  1. Kompres dingin

Mengompres bagian yang biduran dengan es atau air dingin dapat membantu meredakan iritasi dan rasa gatal. Anda bisa mengompresnya dengan cara membungkus es batu dengan handuk dan kompres di bagian yang terasa gatal. Biarkan selama kurang lebih 10 menit dan ulangi jika masih gatal.

 

  1. Hindari produk yang bisa mengiritasi kulit

Beberapa jenis sabun bikin kulit kering sehingga biduran makin terasa gatal.  Jika Anda mengalami biduran, usahakan untuk menggunakan sabun khusus kulit sensitif.

 

  1. Pakai baju yang longgar

Menggunakan pakaian yang longgar membuat kulit yang mengalami biduran dapat bernapas dan suhu tubuh tetap sejuk. Sebaliknya, memakai pakaian ketat justru bisa membuat kulit terasa makin gatal bahkan iritasi karena kulit tertekan dengan baju yang Anda kenakan.

 

Selain itu, pilih baju dari katun yang menyerap keringat untuk menghindari kelembapan berlebih. Lingkungan yang lembap  membuat bakteri di kulit semakin berkembang dan kulit pun jadi semakin gatal.

 

Penting bagi Anda untuk mengetahui penyebab biduran. Misalnya apakah karena alergi makanan, debu, udara, obat, atau karena gigitan serangga. Dari situ, Anda pun bisa menghindari pemicu yang menyebabkan kondisi gatal-gatal Anda ini muncul.

 

 

Pahamilah Gejala Dan Penyebab Kaligata/Biduran | nopa | 4.5