penyakit HIV dan AIDS – penyebab, gejala, dan pengobatannya

Monday, May 13th, 2019 - Gejala Penyakit

HIV dan AIDS – penyebab, gejala, dan pengobatan

Penyakit hiv adalah penyakit yang menjadi momok menakutkan untuk banyak orang. Human Immunodeficiency virus adalah virus yang menjadi penyebab penyakit ini. Virus hiv ini menyerang system kekebalan tubuh seseorang dan menyebabkan tubuh menjadi lemah.

Orang yang menderita penyakit hiv ini tidak berarti dia juga menderita acquired immune deficiency syndrome (AIDS). Penyakit keduanya ini adalah penyakit yang tidak bisa di sembuhkan. Namun, dengan obat yang tersedia saat ini, sangat mungkin untuk seseorang yang mengidap penyakit HIV atau AIDS ini memiliki hidup yang normal dengan kualitas hidup optimal.

 

 Penyebab penyakit HIV

Penyebab penyakit hiv adalah virus jenis retro virus yang menyebabkan sindrom defisiensi imun yang di dapat (AIDS). Virus HIV yang menjadi penyebab HIV/AIDS adalah virus yang mampu melemahkan kemampuan seseorang untuk melawan infeksi dan kanker.

 

Virus HIV ini terbagi menjadi dua tipe yaitu HIV-1 dan HIV-2. HIV-1 lebih ganas daripada HIV-2. Masing-masing ketegangan menyerang di daerah geografis yang berbeda namun gejala yang di tampilkan memang sama.

Penularan HIV

Penularan yang sering terjadi adalah melalui hubungan seksual atau melalui transmisi antar jarum suntik yang umumnya dilakukan para pengguna narkoba hingga dari plasenta ibu pada janinnya.

Jika kalian bertanya apakah bersentuhan kulit dengan orang yang mempunyai penyakit ini akan menular atau tidak, maka jawabannya tidak. Maka dari itu, kita tidak perlu menjauhi atau tidak mau berjabat tangan dengan orang yang mempunyai penyakit ini.

Gejala HIV

Beberapa orang mendapatkan gejala HIV seperti flu dalam waktu yang lama setelah terinfrksi. Gejala I ni biasanya hilang dalam waktu satu minggu atau satu bulan. Penyakit ini bertahan selama bertahun-tahun.

Tanda-tanda bahwa penyakit HIV berubah menjadi AIDS:

  • Demam yang tidak kunjung sembuh
  • Keringat malam
  • Merasa lelah sepanjang waktu
  • Merasa sakit sepanjang waktu
  • Kehilangan berat adan drastic
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Sariawan yang tidak kunjung sembuh

infeksi khas yang jarang terjadi pada orang sehat namun dapat terjadi pada pengidap AIDS:

  • Sarcoma Kaposi, tumor kulit yang terlihat seperti bercak gelap atau ungu pada kulit/di dalam mulut
  • Perubahan mental dan sakit kepala yang disebabkan oleh infeksi jamur
  • Sesak nafas dan kesulitan bernafas karena infeksi paru-paru
  • Demensia
  • Gizi buruk
  • Diare kronis

Diagnosis HIV

Apabbila hasil skrining meunjukan pasien terinfeksi HIV, maka pasien harus melakukan tes selanjutnya untuk memastikan hasil skrining. Tes ini dapat membantu dokter mengetahui tahap infeksi yang di derita, dan menentukan metode pengobatan yang tepat. Tes ini dilakukan dengan mengambil sampel darah pasien, untuk di teliti di laboratorium.

Salah satu tes nya adalah CD4. CD4 adalah bagian dari sel darah putih yang di hancurkan oleh HIV. Untuk memastikan apakah pasien terinfeksi HIV, maka harus dilakukan tes seperti berikut:

  • Tes antigen

Bertujuan untuk mendeteksi p24, suatu protein yang menjadi bagian dari virus HIV. Tes antigen dapat dilakukan 2-3 minggu setelah pasien terinfeksi

  • Tes antibody

Bertujuan untuk mendeteksi antibody yang dihasilkan tubuh untuk melawan infeksi HIV . meski akurat, perlu waktu 3p-12 minggu agar jumlah antibody dalam tubuh cukup tinggi untuk terdeteksi saat pemeriksaan.

Pengobatan HIV/AIDS

Pengobatan HIV/AIDS di harapkan mamou menolong penderita. Tetapi, samapai kini belum ada obat nya untuk menyembuhkan penyakit ini secara total. Namun, dengan pengobatan HIV/AIDS yang ada, maka penyebaran dan pertumbuhan penyakit ini dalam tubuh dapat ditekan dan di perlambat dengan obat antiretroviral(ARV).

Tanpa pengobatan, HIV akan jatuh kedalm kondisi AIDS. Keputusan untuk memulai antiretroviral dilihat riwayat medis masa lalu seseorang. Dengan mengonsumsi ARV, seorang ibu pengidap HIV yang sedang hamil tidak akan menularkan kepada bayi yang di kandungnya. Namun, sebaiknya pengidap HIV perlu berkonsultasi khusus kepada dokter untuk merencanakan persalinan sampai dengan metode yang tepat untuk melahirkan dan memberikan ASI lantaran virus penyebab HIV/AIDS ada di dalam tubuhnya.

penyakit HIV dan AIDS – penyebab, gejala, dan pengobatannya | Fitri | 4.5